Ayuditari, Why? (Tentang Arti Nama Blog)

Kebanyakan orang mengira kalau Ayuditari adalah nama asli seperti yang tertera di akte lahir saya. Padahal mah bukan. Ayuditari itu singkatan dari Ayu Diah Lestari.

Waktu kecil saya punya cita – cita jadi artis. Well, sebetulnya ini mah cita – cita Mami saya. Dulu saya sering banget disuruh ikutan ajang pencarian bakat atau sekedar jadi penonton tidak dibayar untuk acara televisi. Contohnya, saya pernah ikutan acara Kring – Kring Olala. Ini yang anak 90 – an rata – rata tau lah yaa acara ini. Nah, disini saya tuh cuma disuruh jadi anak – anak yang ngegambar dan lari – larian dengan baju super warna – warni yang dibelikan Mami khusus untuk masuk tipi ceunah.

Contoh obsesi lainnya untuk menjadi artis adalah ikutan casting Lenong Bocah dan Model Anak – Anak yang diselenggarakan oleh TPI. Hahaha jujur saya nulis ini tuh sambil ngikik sendiri karena channel televisinya aja sekarang sudah nggak ada.

Cita – cita menjadi artis dan sifat visioner yang bersatu, membuat saya terpikir kira – kira kalau terkenal nanti apa nama yang akan saya pakai? Saya sejujurnya kurang suka nama yang saya miliki. Kurang menjual aja gitu, kurang artis HAHAHA. Padahal, nama itu kan adalah doa dari orangtua. Kata Papi, nama saya itu artinya keindahan dan keberanian yang abadi. Setelah tahu artinya, baru deh saya mulai menghargai nama pemberian tersebut.

Semakin saya dewasa, keinginan untuk menjadi selebriti tersebut pun musnah. Nggak nasib juga kayaknya ya jadi artis dan malah sekarang merasa bersyukur. Saya mungkin nggak akan sanggup deh menghadapi komentar – komentar netizen di dunia maya seperti sekarang ini 😀

Cita – cita tersebut tergantikan dengan ingin menjadi penulis karena hobi membeli diary dan menulis dari SD. Saking senangnya, pengalaman yang paling terkenang adalah ketika waktu saya kelas 1 SMP.

Saya ingat waktu itu sedang Ujian Tengah Semester. Di jam ujian masih berlangsung, kebetulan saya sudah selesai dan saat itu ujian Matematika. Di dalam buku coretan, saya iseng menulis sebuah cerpen. Saking seriusnya, salah satu pengawas ternyata curiga dan mengira saya menulis contekan. Tiba – tiba pengawas tersebut merebut paksa buku tulis dan membolak – balik buku tersebut. Saya yang memang nggak nyontek ya lempeng aja lihatnya. Pengawas tersebut juga yang tadinya pasang muka marah malah jadi baca tulisan tersebut.

Selesai ujian saya dihampiri pengawas tersebut. Kebetulan dia guru IT dan disitu saya dikenalkan dengan blog. Katanya, saya bisa bebas menulis dan tulisan saya juga bisa dibaca banyak orang.

Jaman awal – awal nge – blog, karena masih sok edgy saya belum mau pakai nama sendiri. Belum kepikiran juga untuk branding dan menjadikan blog tersebut identitas saya. Makanya isi blog pertama pun sekedar curhatan patah hati, cerpen alay, dan kekesalan ketika dimarahin orangtua.

Mulai mengenal komunitas pecinta make – up, saya memutuskan untuk membuat blog baru. Biar lebih segar dan isinya pun lebih fokus ke satu tema. Mulai mikir kira – kira nama apa yang terdengar ear – catchy dan cocok dengan jati diri saya sendiri. Lalu terpikirlah nama Ayuditari.

Since then, I listed Ayuditari as a username of all social medias that I owned.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s