Adios, Diapers!

Saya akhirnya beranjak untuk menerapkan toilet training ke Ammar setelah dia berusia 2 tahun. Dilihat – lihat teman – teman saya banyak yang sudah mulai toilet training ke anaknya dari usia 1 tahun lebih sementara saya masih santai – santai aja. Males bolak – balik kamar mandi juga sebetulnya hehehe. Orang yang paling happy dari penerapan toilet training ini tentunya Ibu saya yang anti banget sama pemakaian pospak (popok sekali pakai) seharian.

Sebelum toilet training dimulai, saya sudah siap – siap beli selusin potty pants atau celana dalam yang lapisannya agak tebal di marketplace. Menurut teman – teman yang sudah duluan, asumsinya sehari itu bisa menggunakan 6 – 7 potty pants (3x ganti dari pagi sampai siang, 3x ganti lagi dari sore sampai malam. Tidur malam masih menggunakan pospak).

Pertama kali saya mempraktekkan toilet training adalah di tanggal 22 Desember 2020, tepat sehari setelah ulang tahunnya.

Saya nggak ada afirmasi yang gimana – gimana, cuma sebelumnya saya bilang “Ammar kalau mau pipis di kamar mandi, ya” dan dijawab dengan iya sama anaknya.

Apakah berhasil?

Tentu saja tidak, saudara – saudara. Ammar lebih pilih mengompol di celana daripada mengikuti kata saya lol.

Percobaan kedua, saya ajak Ammar ke kamar mandi setiap sejam sekali. Bukannya malah pipis, tapi anaknya malah bete dan sibuk bilang “Nanti digigit kecoa, Ma” karena tertanam di pikirannya selama ini saya bilang kalau nggak mau pakai celana nanti kecoa bakal gigit kemaluannya. Gagal maning -_-

Dua cara tersebut saya coba sampai hari ketiga. Setelahnya, saya nyerah. Ya sudahlah kalau Ammar lebih pilih pipis di celana ya biarin aja, sambil saya tetap ingetin untuk kasih tau kalau mau pipis.

Setelah dua mingguan, ternyata Ammar sudah mengerti rasanya kalau kebelet. Setiap mau pipis dia bilang “Pipis, Ma”. TAPIIII cuma bilang doangg, karena dia belum bisa nahan dan praktek pipisnya tetap di celana hahaha.

Jujur sebel karena sekarang cucian lebih banyak. Ganti celana bisa 5 kali sehari dan seprai pasti kena ompol. Nah, yang terakhir akhirnya saya akalin dengan setiap jam 11 pagi Ammar saya ganti dengan pospak. Pas dia bobok siang jadinya kasur saya tetap aman.

Sisi positifnya adalah, sekarang anggaran beli pospak berkurang bangetttt. Biasanya dalam sebulan saya harus sedia stok sekitar 4 – 5 pack pospak. Sekarang 2 pospak aja kadang – kadang masih ada sisa. Yippiee!

Berkurangnya anggaran ini bukan berarti uang belanja saya jadi naik, karena… uang popok dialokasikan ke tabungan pendidikan 😛

Kira – kira, ada yang punya cara jitu dan sudah berhasil saat anaknya toilet training?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s