Timelapse

Picture Courtesy by Unsplash

Sudah hari ketiga di bulan Februari dan pagi ini saya mendapatkan reminder dari salah satu komunitas blogger kalau sudah hampir lima minggu tidak ada update tulisan baru dari saya. Blass, sepanjang Januari kemarin blog ini saya anggurin sampai berdebu.

Well, saya nggak kemana – mana. Masih berkutat di rumah, sesekali keluar rumah kalau memang perlu banget. Saya cukup happy karena sekarang Mbak sayur langganan sudah kerja sama dengan salah satu Market Place yang fokus menjual sayuran. Thank God, saya nggak perlu sering – sering keluar rumah (karena sebetulnya bagian yang bikin malas dari pergi – pergi adalah harus rajin mandi lol).

Ada apa aja dua bulan lalu selama saya menghilang?

Pertama, tanggal 21 Desember kemarin Ammar berulang tahun yang kedua.

Si bayi ini sudah masuk ke fase ‘Terrible Two. Eh tapi, menurut saya di umur dua tahun ini Ammar malah sangat amat menyenangkan.

Sudah bisa diajak komunikasi dua arah. Asyik banget sekarang kita bisa ngobrol dan bercerita satu sama lain. Sudah paham juga kalau misal saya minta dia untuk memakai masker tiap kami keluar rumah, dan Ammar langsung bilang “Banyak virus ya, Ma. Nanti Ammar sakit”.

Betul sekali, Nak.

Tidak ada perayaan mengingat kondisi saat ini masih disarankan untuk social distancing. Pagi hari kami tiup lilin dan potong cake yang sudah disiapkan Adit sehari sebelumnya. Karena hari itu hari kerja, Adit juga harus pergi di pagi hari.

Nah, kebetulan hari itu kedua orangtua saya sedang di Jakarta. Ayah saya punya ide untuk order Hot Pot home service.

Setelah cari beberapa vendor, akhirnya kami pilih Social Hot Pot karena mereka bisa diorder dadakan. Cukup affordable menurut saya, paket untuk 3 orang dihargai sekitar 350 ribu rupiah.

Lalu, di akhir Desember Mbak ART di rumah kami pulang kampung.

Mbak bekerja sudah 4 bulan dan dari awal perjanjian bekerja dia minta izin pulang untuk bertemu Suaminya di bulan Desember. Tepat tanggal 28 Desember dia pamit.

Ternyata, drama klasik ART terjadi. Mbak chat saya untuk menginfokan kalau dia nggak balik lagi setelah empat hari ada di kampung. Mau nggak mau ya berarti saya harus cari penggantinya. Padahal ya, Ammar sudah cocok banget sama Mbak.

As Mamak – Mamak know, mencari ART itu tidaklah mudah. Saya sempat beberapa kali ganti karena pengganti setelah Mbak (sebut saja namanya Mawar) terlalu drama.

Pertama, Mawar ini berantem sama ART saya yang pulang – pergi. Nangis – nangis sesenggukan karena dia merasa dibully. Yowis, karena saya lebih butuh ART menginap akhirnya saya pilih dia yang tetap stay kerja di rumah saya.

Keesokannya, tiba – tiba Suaminya datang ke rumah dan bilang si Mawar harus pulang karena Ibu Mertuanya sakit kanker otak. Duh Mbak dan Mas, saya bukan dokter tapi saya gak bego – bego amat juga. Karena saya malas ribut dan sudah tahu alasan itu bohong, akhirnya saya izinkan dia keluar rumah.

Sekarang Alhamdulillah saya sudah ada pengganti, walaupun Ammar belum bisa klop sama si Mbak yang sekarang. Mungkin karena masih baru juga ya. But so far kerjanya oke.

Ketiga, saya melakukan kontak fisik dengan orang yang positif Covid – 19.

Untuk teman – teman pembaca lama pasti tahu lah, ya profesi sampingan saya apa. Kebetulan saat itu saya ada job makeup dan saat bekerja, tiba – tiba vendor WO menginfokan ke klien saya kalau hasil Swab Antigen suaminya reaktif.

Oh ya, jadi sebelum bekerja, saya dan semua orang yang terlibat dalam acara pernikahan, termasuk para tamu disediakan fasilitas Swab Antigen gratis. Jika hasil negatif, kami semua boleh melanjutkan aktivitas dan naik ke ruangan masing – masing.

Fast forward ke klien saya lagi, jadi beberapa hari setelah acara, di Explore page Instagram saya ada salah satu foto klien saya. Pas saya klik dan saya baca captionnya, saya kaget setengah mati karena ternyata suaminya meninggal keesokan malam setelah acara tersebut!

Buru – buru saya telepon untuk mengonfirmasi dan ternyata apa yang saya baca itu benar. Saya langsung panik! Setelah itu saya buru – buru ke rumah sakit yang menyediakan jasa PCR instan – kurang dari 24 jam.

Jujur pulangnya saya nggak tenang. Mau isolasi mandiri juga nggak bisa karena Ammar kalau kehilangan Mamanya sebentar aja bisa jejeritan histeris. Saya cuma bisa berdoa yang terbaik.

Hasil PCR keluar jam delapan malam dan dikirimkan lewat email. Dan ternyata hasilnya negatif. Seperti orang yang habis naik roller coaster, saya langsung berhenti deg – degan. Lega banget rasanya :”)

Untuk teman – teman semua, saya doakan kalian juga selalu dalam keadaan sehat.

Terakhir, Adit ulang tahun!

Pake foto lama, karena nggak punya stok foto baru :p

Lagi – lagi tidak ada perayaan. Saya berencana beli cake tapi dilarang duluan sama Adit. “Aku udah bosen liat cake”, alasannya begitu. Songong ya, mentang – mentang tiap hari bisa bikin dan makan cake sesukanya lol.

Saya tanya mau dibikinin apa untuk birthday lunch, dia bilang cuma pengin Burger King dan seharian kruntelan bertiga. Kebetulan sudah beberapa hari hujan dan Jakarta langsung berubah dingin.

Well, that’s highlight of my absence. Kalau teman – teman, apa kabarnya sebulan kemarin?

7 thoughts on “Timelapse”

  1. Wahaha… Sama, Mbak. Yang paling bikin males kalau harus keluar rumah adalah harus segera mandi waktu balik rumah. Udah gitu, baju langsung direndam air deterjen dan habis mandi masih semprot-semprot barang bawaan dari luar. Repot banget.

    Like

  2. Halo kak, salam kenal! Saya udah cukup lama jadi silent reader blog kakak loh hehe, tapi baru kali ini memberanikan diri taro komentar. Ah, seneng banget kakak akhirnya post blog lagi! Happy belated birthday untuk Ammar, stay safe and healthy kak 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s