Ammar 23 Bulan

Nggak sadar tahu – tahu anaknya bulan depan sudah 2 tahun dan ternyata saya sudah cukup lama terakhir kali menulis tentang perkembangan Ammar.

Sebulan belakangan ini, mungkin kalau ada yang follow Instagram saya, saya akhirnya mengeluh kalau kali ini Ammar menyebalkan buat saya. Entah memang sedang cari perhatian karena sudah tahu saya sedang mempersiapkan menyapih, atau fase tantrum pada usia Terrible Two yang seperti orang – orang bilang.

Ujungnya, saya jadi sering ikutan tantrum dengan ikutan berteriak bahkan kadang menangis di depan dia. Yang akhirnya lagi, berujung dia merasa bersalah dan nangis lebih kejer daripada sebelumnya.

Meskipun kadang menyebalkan, tentu lebih banyak sisi positif dan menyenangkan saat bersama Ammar. Berikut adalah perkembangan Ammar yang saya perhatikan di usia 23 bulan ini.

Penghibur – Ada satu momen saya menangis karena terkena celengan besi berbentuk tabung yang berisi cukup banyak uang receh. Rasanya? Jangan ditanya. Sakit, bok. Pas banget kena tulang pipi di bawah mata ya menurut ngana aja lol.

Saat saya menangis, dia buru – buru menghampiri saya dan pura – pura bermain cilukba. Mungkin dia pikir dia saja tertawa kalau saya godain dengan bermain cilukba, kenapa Mamanya nggak? Hihihi gemess.

Minta pijitin – Hampir setiap malam Adit pasti memijit badan Ammar dan anaknya ternyata sangat menikmati. Sementara saya punya giliran memijit Adit (FYI, Ammar nggak suka dipijit sama saya karena mungkin kurang ‘berasa’ hahaha).

Sekarang, tiba – tiba dia kalau habis main sepeda atau habis lari – larian suka menyodorkan kaki dan minta pijit ke saya. Sayangnya, baru sebentar saya pijitin anaknya bukan keenakan malah geli hihihi.

Mama ganti baju – Ammar punya kebiasaan setiap nenen suka sekali memegang brand tag baju yang biasanya ada di sebelah kiri baju. Kebayang, dong yang kayak gimana. Nah, masalahnya tidak semua baju saya ada brand tag. Akhirnya kalau saya bilang baju yang saya pakai nggak ada ‘pegangan’ untuk dia, dia langsung beranjak ke arah lemari dan minta saya ganti baju.

Paham Rutinitas – Saat pandemi seperti ini, kegiatan ke luar rumah hanyalah untuk pergi ke Supermarket. Belanja sayur dan bermacam bahan makanan soalnya diantar oleh Mbak Sayur langganan. Kalau ke Supermarket saya akan ajak Mbak dan Ammar ikut namun mereka cukup menunggu di mobil. Pemandangan mobil dan motor lalu – lalang lumayan menghibur Ammar.

Pastinya outfit yang lebih rapi, tas yang disandang, dan masker yang sudah terpasang langsung bikin Ammar sadar kalau mamanya mau pergi. Otomatis Ammar langsung mengambil sendalnya dan memberikan saya kunci mobil dari tempat penyimpanan. Omaigot, amazing banget toddler tuh 😀

Salah tingkah – Saya dan Adit kadang menunjukkan rasa sayang satu sama lain dengan berpelukan atau kissing. Bukan kissing erotis ya, tapi cukup kecupan kecil. Lucunya, kalau kami seperti ini dan pas Ammar lihat, malah dia yang salah tingkah dengan tiba – tiba senyam – senyum dan lari – lari tanpa arah hahahha.

2 thoughts on “Ammar 23 Bulan”

  1. Oemjii, Ammar kok lucu sekali 🤣
    Apalagi part ngajak cilukba dan lari salting saat melihat papi maminya kissing 🤣 aku jadi senyam-senyum sendiri membaca cerita Kak Ayu! Hahahaha. Ammar, jangan cepat besar, nanti mami kangen dengan tingkah laku Ammar 🤭

    Like

Leave a Reply to Ayu Diah Lestari Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s