Pasmophobia

Siapa disini yang punya rasa ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu hal yang tidak lazim? Contohnya seperti takut sama binatang melata atau takut ketinggian. Please jangan bilang ‘takut dengan Tuhan’ ya, itu mah semua manusia juga emang sepantasnya takut hahahaha!

Saya sendiri takut banget sama hantu. Nama lainnya Pasmophobia. Kalau lihat seseorang berdandan menyerupai setan aja tuh saya bisa teriak – teriak luar biasa. Daripada ketemu hal berbau mistis, saya lebih pilih nunggu bus malam – malam di terminal Blok M deh.

Nggak jelas sejak kapan awal mula phobia ini, tapi dugaan saya semenjak saya pernah melihat Om Poci di rumah Nenek saya sekitar umur 3 – 4 tahun. Waktu itu saya lagi nonton televisi dan nggak tahu kenapa otomatis kepala saya menengok ke jendela rumah. Terus ya eng ing eng, kelihatan deh tuh Bungkusan berlumur tanah lagi ngelihat ke arah saya (INI SAYA NULISNYA MERINDING BTW HAHAHA!).

Eh tapi saya nggak punya kemampuan bisa melihat ya. Kebetulan aja kayaknya waktu kecil pernah lihat hal begituan.

Sebagai seorang Pasmophobia, pastinya saya menghindari sekali hal – hal yang berhubungan dengan hantu. Film horror saya nggak pernah mau nonton, buku – buku horror apalagi.

Sampai akhirnya, jaman saya kuliah dulu, di bulan Oktober teman – teman mengajak saya pergi ke acara Halloween Horror Night di Universal Studio Singapore. Jadi, setiap satu bulan dari September hingga Oktober USS merayakan halloween dengan cara membuka theme park hingga pukul 3 pagi. Dimulai dari pukul 6 sore, badut – badut lucu seperti Sesame Street atau Shrek berganti dengan ‘hantu gentayangan’. Untuk menambah kengerian mereka juga membuat 5 rumah hantu.

Saya sudah lama penasaran pingin banget kesana, tapi terhalang rasa takut. Karena ragu saya cari tahu sana – sini, googling dan nonton review orang – orang di Youtube lalu setelahnya saya (dengan sotoy) menyimpulkan ‘ah Halloween Horror Night ini kayaknya nggak seram’. Selanjutnya, saya mengiyakan ajakan mereka untuk membeli tiket.

Di hari H, saya dan 6 teman lainnya berkumpul di rumah teman kami, Fenni di daerah Beauty World. Fenni adalah satu – satunya orang yang nggak ikut karena dia sadar diri tidak ingin melawan rasa takutnya.

Jam 4 sore kami berangkat namun sebelumnya singgah ke Vivo City dulu untuk makan. Nggak mungkin dong, ya makan di USS. Sorry, sebagai mahasiswa kita mah ngirit. Setelah makan, kami naik bus ke Sentosa World dan berhenti di USS. Begitu sampai ternyata antrian masuknya sudah panjang.

Jam setengah 6 sore pemilik tiket Halloween Hooror Night diperbolehkan masuk. Sebelumnya para pengunjung diberikan sambutan. Kalau biasanya di siang hari terdapat sambutan parade tokok kartun yang lucu, kali ini sambutannya DJ Performance yang memakai kostum Skeleton. Berasa di klub karena banyak lampu glow in the dark.

Setelah 15 menit akhirnya pengunjung bebas memasuki taman hiburan. Rumah hantu pertama yang kami lihat adalah ‘Salem Witch House’. Dengan percaya diri saya ikut teman – teman saya masuk.

Baru berapa langkah saya di dalam, saya langsung gemetaran, lemas sampai susah berjalan. Saya takut, sampai menangis memohon pada orang – orang berkostum tersebut untuk membiarkan saya lewat. Sialan, bukannya merasa kasihan tapi saya malah dijadikan sasaran empuk para hantu tersebut! Jadi lah saya dikelilingi para setan. Saya sampai ditarik sama salah seorang teman supaya bisa berjalan keluar rumah hantu.

Picture Courtesy by Males Mandi

Di luar saya masih gemetar namun tetap berlagak cool, ikut tertawa dengan teman saya yang menertawakan kejadian di dalam tadi. Lanjut kami berjalan ke rumah hantu selanjutnya, Old Changi Hospital.

Seperti namanya, rumah hantu ini merupakan tiruan dari rumah sakit Old Changi yang sekarang sudah ditutup. Dianggap seram karena gedung tua rumah sakit ini sekarang diabaikan karena pihak manajemen memindahkan pusat kegiatan rumah sakit di daerah Simei, tidak jauh dari Old Changi. Bahkan ada yang mengaku pernah melihat hantu di jendela gedung tersebut.

Antrian masuk rumah hantu cukup panjang karena dianggap rumah hantu yang paling mencekam. Hati saya sudah kebat – kebit nggak karuan.

Menjelang masuk rumah hantu, saya minta izin untuk nggak ikut masuk. Teman – teman saya masih membujuk. Saya ragu mau masuk atau nggak.

Saat akan tiba giliran kami masuk, saya akhirnya benar – benar memohon untuk tidak masuk. Salah satu teman saya juga malah mau ikutan tidak masuk. Kami memutuskan keluar dari antrian.

Tiba – tiba, seorang yang berkostum pasien sakit jiwa mengejar kami dengan kakinya yang terpasang rantai. Sontak saya dan teman saya lari ngibrit teriak – teriak. Lagi, saya ditertawakan. Bukan hanya oleh teman saya, tapi juga oleh pengunjung lain. Kebayang nggak sih malunya? Hahaha.

Eh tapi selama disini saya nggak kepikiran untuk keluar dari Universal Studio sama sekali. Soalnya kapan lagi saya bisa main – main tengah malam disini. For your information, wahana lain seperti roller coaster tetap buka, lho!

Alasan lainnya karena tiketnya lumayan mahal untuk kantong mahasiswa. Ini lah pertama kalinya saya melawan rasa takut saya. Ternyata, saya lebih takut rugi daripada takut setan lol!

Lalu, apakah saya kapok masuk rumah hantu lagi?

Oh tentu tidak. Beruntungnya teman saya baik – baik semua. Setelah kejadian Old Changi Hospital mereka memasang strategi supaya saya tetap ikut masuk. Caranya, kami berjalan beriringan dan posisi saya diapit dua teman saya. Lalu saya disuruh pura – pura tertawa kalau ada hantu yang ngagetin šŸ˜‚

Setelah mengikuti strategi itu, saya lolos masuk rumah hantu terakhir, yaitu Hawker Center Massacre. Tentunya saya merasa bahagia dong bisa melawan Pasmophobia saya.

Adakah teman – teman yang punya ketakutan dengan sesuatu juga? Atau sama seperti saya, takut sama hantu? Share yuk di kolom komentar!

6 thoughts on “Pasmophobia”

  1. Aku juga takut sama hantu tapi suka sok-sok berani kalau masuk rumah hantu šŸ¤£ padahal hati udah dag-dig-dug parah.
    Pernah pertama kali saat masuk rumah hantu, aku takut karena gelap dan menumbalkan temanku yang cowok sebagai tameng alias jalan duluan, aku di belakang šŸ¤£. Ternyata nggak se-seram itu, tapi temanku yang laki malah takut + heboh sendiri. Aku jadi bukannya takut, malah ngakak gara-gara dia.
    Ke2-4x masuk rumah hantu yang lain, perasaan takut masih ada tapi pas udah di dalam, rasanya biasa aja karena kebanyakan nggak seseram seperti yang dibayangkan šŸ˜‚
    Lebih seram effect after nonton film horor, Kak. Mau ke kamar mandi, atau keramas aja takut. Takut pas melek, tiba-tiba udah ada woo-woo di depan mata šŸ¤£

    Anyway, kalau phobia, kayaknya aku lebih phobia ruang sempit. Bayanginnya aja udah sesek duluan šŸ˜‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s