Perjuangan Memberikan ASI Untuk Si Bayi Prematur yang Istimewa

“Mamaaa neneeenn”

Pagi ini saya terbangun oleh suara kecil yang hampir 2 tahun ini menjadi ‘alarm’. ‘Alarm’ yang otomatis berbunyi dimanapun dan kapanpun. Bisa terjadi siang atau malam, bahkan berkali – kali saat tertidur pulas atau pun ketika sedang antri belanja di Supermarket.

Anehnya, buat saya alarm ini tidak pernah terdengar mengganggu. Jika ia berbunyi, apapun kegiatan saya saat itu spontan akan saya hentikan demi memberikan apa yang diminta. Alarm itu adalah suara anak kesayanganku, Ammar. Alarm itu menandakan ia minta mamanya segera datang untuk menyusuinya.

Segera saya hampiri ia dan saya angkat dia ke pangkuan saya. Saat menyusuinya adalah salah satu kegiatan yang paling romantis. Bagaimana tidak? Ketika saya bertatapan dengan anak saya, kadang saya menyanyikan lagu kesukaan Ammar sambil sesekali ia menggenggam tangan saya atau sekedar mengelus pipi saya hingga saat tertentu ia tertidur pulas. Merasa nyaman dan aman ada di dekapan Ibunya. I did enjoy it very much 🙂

Tersadar saya tiba – tiba akan bulan Desember yang tak lama lagi datang. Itu artinya Ammar akan genap berusia dua tahun dan siap untuk disapih. Mendadak jiwa melankolis saya muncul, tidak menyangka masa itu akhirnya akan saya lewati. Bayi mungilku akan segera menjadi seorang Balita. Pikiran saya kembali melayang ke masa – masa perjuangan saya saat melahirkan dan menyusuinya di awal.

Perjalanan Saya Dalam MengASIhi Ammar

Ammar terlahir prematur di minggu ke – 34 dengan berat badan 2,1 kilogram dan tinggi badan 42 sentimeter karena keadaan penuaan plasenta yang saya alami. Saat itu dokter melihat gizi yang ia terima sudah tidak maksimal dan air ketuban sudah sedikit. Akhirnya diputuskan agar segera dilahirkan dengan cara c-sectio.

Ammar usia 4 hari. Belum bisa minum ASI secara DBF 😦

Dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) dan belum matang untuk dilahirkan, Ammar segera dilarikan ke dalam inkubator segera setelah ia keluar dari rahim saya. Tidak ada bunyi tangisan bayi yang saya dengar. Begitu pula dengan ritual Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang biasa dilakukan sebagai bentuk perkenalan ibu dan bayi, dan digadang – gadangkan sebagai salah satu cara memproduksi ASI. Pun setelah melewati pasca persalinan, saya dan Ammar tidak bisa sekamar untuk disusui seperti umumnya. Kami dipisahkan oleh kotak kaca agar Ammar bisa tetap bertahan hidup.

Satu hari pasca melahirkan, dokter datang ke kamar saya dan meminta saya untuk segera memberikan ASI untuk Ammar. Bingung, saya tidak tahu harus mulai dari mana karena tidak pernah mengikuti kelas ke konselor laktasi. Untungnya para suster rumah sakit mau mengajarkan pelan – pelan. Suami pun diminta untuk membantu dengan memberi pijat oksitoksin.

Sayangnya, hari itu tidak berjalan mulus sesuai harapan; ASI saya hanya keluar beberapa tetes. Sementara di ruangan lain Ammar sedang menunggu hak nya. Sedih, marah, kecewa karena merasa menjadi Ibu yang gagal. Akhirnya hari itu saya terpaksa merelakan Ammar diberikan susu formula.

Malam harinya tim suster datang mengecek keadaan saya dan menemukan saya menangis. Mereka lalu menenangkan saya dan memberikan afirmasi kalau saya bisa memberikan ASI berkualitas untuk anak saya. Saya juga disarankan untuk makan makanan yang bergizi dan tetap berpikiran positif. Suster pun memberikan saya informasi bahwa menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI merupakan satu-satunya nutrisi ideal untuk bayi pada masa enam bulan pertama kehidupannya, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan hingga 2 tahun.

Sontak semangat saya muncul kembali. Saya bertekad harus memberikan yang terbaik untuk Ammar. Anak prematur terlahir spesial dari rahim seorang ibu yang Tuhan anggap juga spesial. Sehingga, dibutuhkan pula ASI bernutrisi untuk Ibu dan Bayi istimewa.

Setelahnya saya coba untuk mengompres payudara lalu memompanya keluar. Tak lupa saya konsumsi makanan yang melancarkan ASI dan dibantu dengan pijatan, puji syukur produksi ASI saya naik dengan stabil. Dari yang awalnya hanya beberapa tetes, lalu lama – lama bisa terkumpul 20ml. Di hari terakhir kami terpisah saya bisa mengumpulkan 2 kantong 120 ml sekali pompa hingga akhirnya Ammar bisa Direct Breastfeeding (DBF) dengan saya.

Bentuk Dukungan yang Menyukseskan Proses Pemberian ASI

Sekilas, cerita diatas untuk memproduksi ASI terdengar mudah. Hanya sehari ASI pun bisa langsung keluar. Percayalah, sesungguhnya banyak yang harus saya alami.

Kurangnya pengetahuan seputar ibu menyusui membuat saya seperti hilang arah. Ketika Ammar pulang ke rumah, menyusui tiba – tiba menjadi hal yang mengerikan. Sulitnya pelekatan antara puting dan mulut bayi, jam tidur yang berantakan karena Ammar menyusu tiap jam, kelelahan dan ditambah kondisi Ammar yang sering growth spurt.

Belum lagi mendapat ucapan – ucapan yang tidak enak didengar dari beberapa tamu yang berkunjung membuat rasa stress semakin meningkat dan akhirnya hal yang paling ditakutkan terjadi; saya terkena Baby Blues Syndrome.

Bersyukur ini tidak berlangsung lama karena saya mendapatkan support system dari orang – orang di sekitar dan melakukan beberapa hal yang mengembalikan kewarasan saya. Apa saja sih dukungan yang saya terima?

  1. Bantuan dari Suami dan Keluarga Terdekat – Di awal – awal pasca melahirkan, Suami saya membantu dengan cara memberikan pijat oksitosin yang diajarkan para suster rumah sakit. Saat di rumah pun suami membantu dengan terlibat mengurus pekerjaan rumah. Di malam hari pun, dengan sukarela ia memberikan ASI perah atau sekedar mengganti popok agar saya bisa tidur lebih lama beberapa jam. Ibu saya pun turut serta membantu dengan membuatkan masakan bergizi yang dipercaya dapat meningkatkan kuantitas ASI bernutrisi.
  2. Konsultasi dengan Tenaga Ahli – Saat saya merasa stress dan hampir depresi, kondisi saya ini disadari oleh tetangga yang juga berprofesi sebagai Psikolog. Disini saya banyak menerima bimbingan serta saran dari beliau, serta saya bebas bertukar pikiran seputar masalah ‘ibu baru’.
  3. Mengedukasi Diri – Setelah berkonsultasi dengan Psikolog, saya disarankan untuk banyak mencari informasi seputar dunia ibu menyusui dan tumbuh kembang bayi. Sehingga ketika saya dihadapkan suatu masalah yang berkaitan, saya tidak bingung dan mampu untuk mencari solusinya.
  4. Komunitas Ibu Menyusui – Beruntung sekali saya bergabung dengan komunitas sesama para pejuang ASI sehingga bisa bertukar cerita atau sekedar berkeluh kesah mengenai tumbuh kembang dan seputar menyusui tanpa merasa dihakimi.
  5. Me Time is Necessary! – Terakhir adalah dukungan dari diriku sendiri. Hei, sebelum dicintai orang lain kita diharuskan mencintai diri kita sendiri dulu, bukan? Menjauh dari anak sebentar untuk memanjakan diri bukan berarti kita menjadi ibu yang jahat. Me time juga merupakan bentuk dari rasa cinta terhadap diri kita sendiri. Nggak perlu keluar rumah, apalagi di masa pandemi. Cukup dengan bisa mandi tanpa terburu – buru rasanya sudah cukup.

Tips Sukses dan Lancar Menyusui Hingga 2 Tahun

Bersyukur sampai hari ini saya bisa memberikan ASI untuk buah hati saya. Terharu rasanya karena tidak pernah menyangka bahwa saya mampu memenuhi hak dari Ammar.

Nah, bagi yang masih berjuang mengASIhi, saya ingin berbagi beberapa tips agar ikut sukses memberikan ASI berkualitas untuk putra – putrinya, terutama untuk bayi prematur.

  1. Be Happy – Percaya bahwa Ibu bisa memberikan ASI berkualitas dan merasa bahagia. Kalau ibu merasa senang bayi pun kenyang karena mendapatkan cukup ASI dari ibunya. Tidak perlu bayar mahal, cukup dipeluk suami setiap hari atau sekedar nonton komedi pastinya sudah bahagia, dong 🙂
  2. Rutin Mengeluarkan ASI – Entah dengan menyusu langsung ataupun dengan cara dipompa. Bagi Ibu yang bisa menyusui langsung tentu tidak menjadi masalah. Bagi yang terpisah dengan bayinya, bisa mengeluarkan dengan rajin memompa setiap 2 jam sekali.
  3. Pijak Laktasi – Atau pijat oksitoksin. Sesekali saya menghubungi jasa profesional pijat oksitoksin yang datang ke rumah. Rasanya? Jangan ditanya, sakitnya bukan main! Tapi tidak masalah karena setelahnya ASI keluar lancar jaya.
  4. Istirahat yang Cukup Waktu tidur yang berantakan mengakibatkan kondisi fisik rentan penyakit dan mengganggu kesehatan mental. Usahakan untuk ikut tidur disaat bayi terlelap.
  5. Mengonsumsi Asupan Bernutrisi dan Bergizi – Terakhir dan yang paling penting. Semenjak hamil, dibutuhkan protein yang bisa didapatkan dalam daging, telur, susu, dan kacang – kacangan. Dianjurkan juga banyak minum air putih, 2-3x lebih banyak daripada kadar normal. Di samping itu, dibutuhkan juga suplemen khusus yang mengandung asam folat, kalsium, dan berbagai vitamin B guna menyempurnakan perkembangan otak bayi.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold Untuk Ibu dan Bayi yang Istimewa

Sebelumnya saya sempat menyinggung mengenai komunitas ibu menyusui yang menjadi wadah informasi seputar masalah dan kebutuhan ibu dan anak. Dari sini pula lah saya tahu mengenai Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold. Suplemen dengan kandungan lengkap, 17 Nutrisi Esensial, bantu penuhi nutrisi Ibu sehingga dapat memberikan ASI bernutrisi untuk Buah Hati.

Kenapa saya (dan kamu) harus pilih Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold?

  • Diproduksi oleh Kalbe Blackmores Nutrition sehingga sudah terjamin status kehalalannya.
  • Terdapat asam folat tinggi yang mencegah resiko anemia
  • Mengandung kalsium yang berguna untuk membantu pertumbuhan gigi dan dan tulang anak, serta membantu terjadinya osteoporosis pada ibu.
  • Terdapat zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi dan membantu ibu menjaga energi agar tidak mudah sakit.
  • Mengandung Omega 3/DHA yang baik untuk pertumbuhan otak dan mata buah hati. Bagi para Ibu Hamil yang alergi pada bau juga tidak perlu takut karena kandungan Omega 3/DHA nya tidak berbau.
  • Terdapat berbagai Vitamin dan Mineral yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui.

Berbagai Macam Kontribusi Kalbe Blackmores Nutrition

Dalam memperingati World Breastfeeding Week 2020, Kalbe Blackmores Nutrition melakukan serangkaian edukasi dan juga sharing pengalaman di social media @blackmoresid seputar ASI dan Menyusui, untuk meningkatkan awareness Ibu agar dapat selalu memberikan ASI bernutrisi bagi buah hati. Edukasi tersebut juga bisa dilihat di website resminya. Blackmores percaya, setiap tetes ASI sangat berarti bagi buah hati dan merupakan wujud kasih sayang Ibu baginya.

Berkomitmen dalam mendukung upaya pemenuhan nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui, dan memahami bahwa semua Ibu di Indonesia berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatannya dan buah hati, Kalbe Blackmores Nutrition dengan Yayasan Bumi Sehat telah bermitra sejak tahun 2017 dan secara berkelanjutan telah membantu pemenuhan gizi Ibu Hamil dan Menyusui melalui pembagian 12.000 botol Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat, yang tersebar di 3 kota yaitu Denpasar, Aceh, dan Papua.

Nah, penting sekali bukan bagi para Ibu mempersiapkan ASI bernutrisi yang bergizi untuk bayi semenjak awal kehamilan. Jangan sampai kita cuek ya, karena kekurangan gizi sangat berbahaya yang mana dapat menyebabkan stunting pada anak.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold; YAY or NAY?

Aku ya tentunya yay dong! Hahahaha. Semenjak mengkonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold 2x sehari, ASI menjadi lebih kental dan produksinya melimpah. Aku percaya ASI yang dihasilkan dari dalam tubuhku merupakan ASI bernutrisi tinggi dan ASI berkualitas yang membuatku lancar menyusui hingga saat ini.

Di samping itu, kebetulan aku mengidap auto-imun dan sangat dianjurkan mendapatkan asupan asam folat yang ada di dalamnya.

Bagi Ibu Hamil dan Menyusui yang juga ingin mencoba, nggak perlu bingung harus keluar rumah untuk membelinya. Produk Blackmores ini bisa kalian dapatkan di berbagai macam market place seperti Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Lazada yang bertanda Official Store.

Tetap semangat menyusui Si Buah Hati ya, Moms 🙂

1 thought on “Perjuangan Memberikan ASI Untuk Si Bayi Prematur yang Istimewa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s