Rekomendasi MPASI Penambah Berat Badan

Setelah saya live IG sebulan yang lalu, karena saya sempat mention berat badan Ammar yang sekarang mampu bersaing dengan teman – teman di usia kronologisnya, ada beberapa orang (kayak banyak aja, padahal cuma dua orang :p) yang bertanya ke saya Ammar dikasih MPASI apa aja sih selama ini. Nah, langsung deh jadi ide untuk konten blog sekalian untuk catatan saya ke depannya.

Saya bukan ahlinya dalam bidang ini, sejatinya tulisan ini ya murni berdasarkan pengalaman saya. Tapi, siapa tau aja rekomendasi saya ini bisa membantu ibu – ibu lain yang pada pusing sama berat badan anak yang susah naik atau yang sedang bingung karena si anak sedang dalam fase ogah makan atau yang biasa dikenal dengan GTM (Gerakan Tutup Mulut).

Semua rekomendasi MPASI yang saya tulis ini sudah sering saya berikan ke Ammar semenjak mulai MPASI. Teksturnya saja yang naik tingkat terus. Maksudnya gini, di umur 6 bulan kan harus saya saring sehalus mungkin. Pas Ammar punya gigi dan sudah bisa makan keras, makanannya saya blender agak kasar sampai akhirnya sekarang dia bisa makan makanan yang sama dengan Papa dan Mama.

Anyway, saya bukan tipikal orang yang anti banget sama penyedap seperti garam dan gula. Dari usia 10 – 11 bulanan saya sudah berikan dua bumbu tersebut setiap membuat MPASI. Begitu juga dengan bumbu lain seperti kecap, saya pakai kecap biasa bukan yang organik. Saya juga pakai susu UHT untuk memasak semenjak usia 6 bulan karena dari dokter anak langganan Ammar pun tidak ada larangan. Pokoknya setiap mau pakai bumbu tambahan saya pasti konsultasi dulu, kok ke dokter anak.

Resep ini boleh kok diutak – atik. Bagi yang nggak mau pakai garam gula ya boleh ganti keju atau olive oil, dan yang mau pakai bumbu serba organik juga boleh. Mau ganti isian protein atau sayurnya pun boleh. Bebaskeun, Moms 🙂

MPASI PENAMBAH BERAT BADAN

Santan Telur

  • 5 telur puyuh
  • 50 ml santan
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 2 lembar daun salam
  • 3 siung bawang putih, geprek
  • 2 siung bawang merah, geprek
  • 1/4 labu siam, iris korek api lalu rebus
  • Garam sejumput
  1. Masukkan bawang ke dalam wadah kaca/stainless, tambahkan gula, galam, daun salam, santan, air matang.
  2. Pecahkan telur tapi tidak perlu dikocok.
  3. Taburkan labu siam yang sudah diiris, lalu kukus 15 menit.

Kaldu Tulang Sumsum Sapi

  • 3 tulang sumsum ukuran besar
  • 1 Liter air
  • 1 buah wortel, potong & kupas kasar
  • 1 buah bawang bombay, potong kasar
  • 1 batang daun bawang,iris
  • 1 stik seledri
  • 1/4 sdt lada
  • 1/4 ikat parsley
  1. Masukkan semua bahan ke dalam panci, rebus hingga 2 jam.
  2. Jika air berkurang tambahkan lagi. Masak hingga minyak dari sumsum keluar.
  3. Pindahkan ke wadah botol. Simpan ke dalam freezer dan kaldu bisa dipakai untuk masak apapun seperti sop atau menu lain.

Fettucini Carbonara

  • Fettucini secukupnya
  • 2 Jamur kancing, iris tipis
  • 50 gram sliced beef, iris tipis
  • 125 ml susu UHT full cream
  • 1/4 bawang bombay, iris kecil
  • 1 siung bawang putih, cacah halus
  • Olive oil untuk menumis
  • 1 kuning telur
  • Sejumput lada
  • Keju secukupnya
  1. Rebus fettucini sampai matang. Tambahkan 1 sendok teh olive oil agar tidak lengket. Tiriskan.
  2. Buat sausnya. Masukkan 1 sdm olive oil lalu tumis sliced beef sampai agak kecoklatan lalu masukkan bawang – bawangan. Masak sampai harum.
  3. Masukkan susu UHT. Aduk lalu diamkan sampai mendidih.
  4. Masukkan fettucini diikuti lada & keju.
  5. Matikan api lalu langsung masukkan kuning telur. Aduk sampai tercampur.

Ayam Saus Telur Asin

  • 50 gram dada ayam fillet, potong kecil
  • 1 kuning telur asin mentah
  • 125 ml susu UHT full cream
  • 5 lembar daun kari, belah dua
  • Sejumput lada dan garam
  • 1 siung bawang putih, cincang
  1. Campurkan kuning telur dengan susu
  2. Tumis dada ayam dengan sedikit minyak. Tiriskan.
  3. Tumis bawang putih sampai harum, kecilkan api lalu masukkan campuran telur dan susu. Aduk terus sampai mendidih.
  4. Masukkan daun kari lalu ayam fillet. Tambahkan garam dan lada.

Gulai Otak Sapi

  • 1/2 otak sapi
  • 60 ml santan cair
  • 4 bawang putih
  • 2 kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdt jintan
  • 2 cm ruas kunyit
  • 1 serai, geprek
  • 1/2 lengkuas, potong
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1,5 liter air (1 liter untuk rebus otak, 500 ml untuk masak kuah)
  • Sejumput kaldu jamur dan garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  1. Rebus otak di dalam air yang ditambah 2 siung bawang putih geprek, daun salam, dan serai selama 20 menit. Tiriskan dan belah dua
  2. Haluskan bawang putih, kemiri, ketumbar, jintan, kunyit. Lalu tumis dengan daun salam, serai, lengkuas, daun salam.
  3. Masukkan air dan santan. Tambahkan gula, garam, dan kaldu jamur. Aduk jangan sampai pecah santan sampai mendidih.
  4. Masukkan otak lalu masak 10 menit.

Bubur Kacang Hijau Susu

  • 100 gram kacang hijau
  • 200 ml susu UHT
  • 3 buah kurma
  • Air secukupnya
  1. Rendam kacang hijau sebelum tidur. Kupas kulit di pagi harinya.
  2. Di wadah gelas, masukkan kurma yang sudah dikupas dengan air. Rendam sekitar 3 jam.
  3. Masak susu UHT lalu tambahkan air rendaman kurma.
  4. Masukkan kacang hijau yang sudah dikupas. Masak hingga mendidih dan lembut.

Nah, enam resep di atas adalah yang paling berperan menaikkan berat badan anak saya karena padat lemak dan kaya protein.

Kalau ada yang nanya, kok itu menunya hampir nggak ada sayurnya semua, sih?

Dulu dokter spesialis anak langganan Ammar memang bilang ke saya kalau anak lagi program menambahkan berat badan sebaiknya hindari makan sayur terlalu sering. Cukup seminggu tiga kali saja. Sayur itu banyak kandungan seratnya yang mana lebih bagus untuk Ibu – Bapaknya aja, kalau anak – anak lebih butuh asupan lemak, karbohidrat, dan protein untuk perkembangan otaknya.

Memasak MPASI pun tetap harus kita cicipi. Kalau menurut kita enak, ya menurut anak juga pasti enak. Ingat, anak itu cuma jiwanya aja yang terperangkap dalam tubuh kecilnya. Dalam hal selera dia juga sama kok kayak kita – kita yang sudah dewasa.

Selamat memasak, Buibuu 😀

Gambar dari Unsplash

3 thoughts on “Rekomendasi MPASI Penambah Berat Badan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s