Being Friends with Your Ex : Yay or Nay?

Lagi – lagi terinspirasi karena sebuah sinetron di salah satu saluran televisi.

Ammar suka sekali menonton iklan televisi. Lebih suka ketimbang nonton acaranya sendiri. Saya adalah tim kontra dengan pemberian youtube, maka setiap kali waktunya makan saya akan menyetel ke saluran yang menayangkan iklan. Ribet emang mesti gonta – ganti channel terus. Tapi mendingan ribet daripada anak saya ketagihan gadget.

Eh tiba – tiba ada sebuah iklan sinetron baru yang dibintangi oleh artis yang pernah menjadi pasangan; Stevan William dan Natasha Wilona. Pas banget adegannya Stevan tiduran di paha Natasha terus kepalanya dielus – elus dan mereka bertatapan layaknya dua insan yang sedang dimabuk cinta.

Malamnya, saya cerita soal iklan tersebut ke Adit. Kira – kira begini percakapan kami

Ay : “… Berarti mereka mau nggak mau harus temenan, dong ya? Terus kan mesti beradegan mesra. Hebat juga istrinya Stevan bisa ikhlas liat suaminya akting sama mantan”

Ad : “Ya harus lah, namanya juga kerja cari duit. Kalau nggak ikhlas ya resiko nggak bisa makan”

Ay : “Kalau kamu, boleh nggak pasangan kamu temenan sama mantan?”

Ad : “Tujuannya buat apa? Kalau profesional karena pekerjaan ya mau nggak mau”

Ay : “Kalau buat sekedar say hi dan tanya kabar?”

Ad : “Kayaknya nggak perlu , deh”

Sampai sini clear, ya. Menurut Adit menjalin pertemanan kembali dengan mantan pacar itu tidak perlu. Saya sempat menyebutkan alasan menjaga silaturahmi yang lalu dijawab Adit dengan ‘halah bullshit itu‘ hahaha.

Adit tahu siapa – siapa mantan saya karena kami sering cerita – cerita soal mantan masing – masing. Dari yang masih jaman cinta monyet di bangku sekolah sampai orang terakhir sebelum akhirnya menikah. Cerita tentang apapun karena dari awal kami memutuskan untuk saling terbuka. Kalau sudah cerita reaksi kami mendengarkan cerita pun gado – gado. Kadang kaget dibumbui sumpah serapah, sampai tertawa yang bikin sakit perut.

Ternyata ikhlas mendengar cerita belum tentu ikhlas melihat istrinya akrab dengan mantan pacar, gengs. Sebagai Aquarius, Adit ini sebetulnya cemburuan walau tertutup oleh gengsi yang tinggi. Kebetulan sampai sekarang saya juga nggak berteman dengan ‘barisan para mantan’. Eh ada beberapa deng, tapi hanya sebatas follow – follow an di Instagram. Nggak pernah saling bertegur sapa.

Beda dengan saya, Adit nggak ada keep contact sama mantan – mantannya di sosial media. Menurutnya, kalau sudah selesai dari level ‘as a couple’ tuh nggak akan bisa turun lagi ke level ‘as a friend’. Kan sudah melewati masa – masa jalan bareng, gandengan, pelukan, and maybe went through the next step.

Ketemu keluarga besar maksudnyaaa πŸ˜€

Dari sisi saya gimana?

Saya fine – fine aja, kok asalkan masih wajar. Definisi wajar disini buat saya it’s okay kalau mau sekedar say hi atau tanya kabar, tapi nggak perlu sampai ke tahap nostalgia masa – masa pacaran. Ya tahu diri aja lah, ya kan masing – masing sudah punya pasangan. Lagipula, dulu memulainya kan dengan baik – baik, kenapa sekarang harus berakhir tidak baik.

Tapi, saya tetap menghormati prinsip Adit meskipun berkontradiksi dengan prinsip saya. Ya buat apa juga ngotot berteman tapi pernikahan sendiri malah berkonflik, ya kan. Lebih baik saya menjaga apa yang saya punya agar tetap berjalan baik – baik saja.

Kalau berkaca dari Stevan dan Natasha, sampai saat ini saya belum pernah sih berada di satu tempat yang mengharuskan bekerja sama dengan mantan. Adit juga belum pernah. Semoga sih nggak perlu, yaa. Biar woles juga saya kan berhak merasa sensi mesti inget suami dan mantannya sekantor.

Pendapat kalian sendiri gimana? Yay or nay buat temenan sama mantan?

20 thoughts on “Being Friends with Your Ex : Yay or Nay?”

  1. Aku jujurnya sih temenan, tp udh ga bisa Deket lagi :D. Palingan kami cuma saling komen di medsos, tp hanya sebatas itu mba. Kalo sampe ketemuan, nongkrong bareng, ato telp2an ato saling chat di wa, itu ga. Krn menurutku ga etis juga.

    Toh kalo ditanya apa aku mau suami chatting Ama ex nya, ya aku ga pengen. Makanya aku lakuin hal yg sama. Tp aku juga ga keberatan kalo dia saling follow Ama ex sih, Krn toh aku begitu. πŸ™‚

    Like

  2. Wah ini pembahasannya menarik sekali hehe
    Saya sih belum ada pasangan sekarang, tapi sejujurnya tidak keberatan sama sekali untuk berteman dengan mantan, karena seperti mbak bilang mulainya baik-baik harusnya disudahi dengan baik. Alhamdulillah masih baik-baik saja dengan mantan walaupun belum pernah ketemu lagi. Tapi, sepertinya sih itu balik ke masing-masing. Kalau tidak ada dendam dan bersikap dewasa, seharusnya tidak perlu takut berteman dengan mantan.

    Like

  3. Aku juga sempat kaget pas lihat iklan Natasha Wilona main bareng lagi sama Stevan William, mana harus beradegan mesra pula. Itu hati apa nggak ada gejolak-gejolak? 🀣

    Btw, kalau aku juga sebenarnya woles kalau memang sekedar say hi pas ketemu sama mantan. Tapi kalau untuk ngobrol lebih, nggak enak rasanya, awkward banget kak 🀣 apalagi sampai di chat di medsos, walaupun aku berusaha biasa aja pas balas tapi nggak bisa biasa! Rasanya pengin buru-buru kelar aja percakapan ini karena awkward banget, asing lah rasanya πŸ˜‚

    Menurutku, yang namanya mantan, akan sulit untuk jadi teman kembali. Walaupun ada yang bisa berhasil temenan lagi sama mantan tapi kalau aku sih no no πŸ˜‚ selain awkward, mungkin juga akan banyak hati yang tersakiti eaaa.

    Like

    1. Ehh terus aku liat istrinya Stevan nggak marah loh, malah seneng gitu dan ketawa – ketawa *lho malah gosip? Hahaha

      Kebanyakan memang agak sulit ya berteman dengan mantan. Aku pun juga nggak semuanya akhirnya jadi berteman. Tapi yang bisa dipelihara hubungannya dengan baik yaudah nggak apa. Asal jangan baper ya, Li hehehe :p

      Like

  4. Hallo, salam kenal πŸ™‚

    menggelitik temanya, berhubung ada juga mungkin pernah kita dengar yang memfollow up reuninya.
    Ok atau ngga, mungkin tergantung kepercayaan kita seberapa jauh sama pasangan (suami/pacar). Hanya sebaiknya memang dibatasi seminim mungkin, kita juga ngga tau rasa yang dulu itu masih ada atau ngga hehehe…

    Like

  5. Kalau saya nggak masalah semisal hanya say hello asal nggak pakai nostalgia segala seperti yang mba Ayu bilang πŸ˜‚

    Meski saya pribadi nggak pernah komunikasi lagi sama mantan, namun andaikata pun ketemu tanpa sengaja di tengah jalan dan say hello atau mengobrol singkat, saya rasa saya nggak akan bagaimana-bagaimana sebab perasaan sayangnya sudah hilang πŸ™ˆ

    Like

  6. Halo Kak Ayu, menarik banget nih bahasannya ☺

    Kalau aku masuk geng yang gak tertarik untuk punya kontak sama mantans. Persis yang dibilang sama suami kak Ayu. Jadi mantan lalu berteman itu gak mungkin buat aku hahaha.

    Gak ada masalah sih sebenernya, krn pisahnya juga baik2. Tapi buat apa juga gitu. Aku ketawa ngakak pas baca, bullshit lah soal silaturahmi wkwkwk, Setuju!!!

    Tp bukan berarti musuhan lho ya. Kalo ketemu ya tetap say hi. Ada juga kok yang di medsos msh mutualan. Tapi klo udh kadung pernah ngeblok, gak kubuka bloknya. Sekali lagi, buat apa πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    Like

  7. Kalau saya sih ga masalah mbak, istri juga begitu. Sampai sekarang saya masih berteman dengan mantan saya.

    Dulu bahkan saat dia menikah, saya ikut bantu acara pernikahannya.

    Kebetulan istri juga punya pandangan yang sama dan saya juga kenal mantannya dia.

    Waktu kemaren reuni pun dia ga masalah saya pergi bareng mantan. Dia kenal mantan dan keluarganya juga.

    Kami berdua saling percaya dan Alhamdulillah sudah hampir 20 tahun menikah, riak karena soal mantan tidak pernah muncul.

    Kayaknya tergantung individu menyikapinya, dan begitulah kami cara memandang mantan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s