Life in Weeks #4

Image credit by Unsplash

Di awal minggu, semuanya berjalan seperti biasa; pagi hari saya sibuk urusan domestik, Adit lalu berangkat kerja, siang saya mengajak Ammar main sambil menunggu Adit pulang kerja sorenya, makan malam bertiga, malamnya tidur and everything goes round.

Highlight nya malah ada di Sabtu dan Minggu. Eh tapi ada juga sih kabar yang saya dapat di hari biasa *labil*.

#1 – BUSY WEEKEND

Weekend ini saya mendapat beberapa pekerjaan yang mengharuskan saya untuk berada di luar rumah dan wajib bangun subuh.

Di hari Sabtu salah satu teman baik saya melepaskan masa lajangnya dan saya diminta untuk membantu merias Ibu dan Ibu Mertuanya. Yup, selain menjadi ibu rumah tangga di hari libur kadang saya merangkap menjadi perias pengantin. Bahasa gaul sekarang ya Make – Up Artis, lah.

Pernikahan teman saya ini diadakan pagi hari di rumahnya dan hanya dihadiri 30 orang tamu undangan. Di hari itu teman saya terlihat cantik sekali mengenakan kebaya berwarna putih dan suntiang khas adat minangkabau. Sayangnya saya nggak sempat melihat acara pernikahan sampai habis karena buru – buru ada urusan lain.

Begitu juga di hari Minggunya saya dapat job dari sepupu saya untuk merias karena dia bertugas menjadi bridesmaid di pernikahan temannya. Acara pernikahannya juga pagi sehingga jam enam saya sudah harus mulai merias. Ngantuk? Jangan ditanya. Sepanjang jalan mata saya serasa di lem. But i love my job, jadi kalau udah mulai pasang aksi untuk pegang kuas itu rasanya menyenangkan sekali.

#2 – UNPLEASANT NEWS

Saya mendapat kabar yang tidak begitu menyenangkan dari Ibu saya; she have 7 cm sized myoma within her cervix. Menstruasi tidak teratur yang ia kira sebagai pertanda akan mengalami menopause ternyata setelah di cek malah terlihat adanya gumpalan jinak yang disebut miom. Awalnya hanya berukuran 3 sentimeter dan dokter bilang akan mengecil jika sudah menopause. Namun, ternyata malah mengganggu sekali dan setelah di cek yang kedua kali malah membesar. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan rahim dan sebisa mungkin untuk makan – makanan sehat, menghindari kacang – kacangan dan gorengan. Well, I hope everything runs well and she will be healthier after the laparoscopy surgery.

Apa yang menimpa Ibu saya ini langsung bikin saya terdiam sebentar. Pasalnya, saya langsung dinasehati untuk lebih memperhatikan asupan makanan saya agar lebih sehat. Saya langsung flashback ke masa – masa setelah melahirkan dan mengingat apa saja, sih emang yang gue makan? Barulah saya sadar setelah Ammar lahir makan saya emang sembarangan banget. Dulu, saya lebih banyak makan buah dan sayur. Mau jajan pun harus yang sehat seperti salad atau kue – kue bebas gluten. Sekarang? Semua dihajar. Martabak, molen keju, bakso, fastfood semua dimakan demi mengatasnamakan alasan ‘aku-kan-ibu-menyusui’.

Selama menjadi ibu menyusui ini memang berat badan saya nggak naik karena apa yang saya makan langsung tersalurkan lagi ke Ammar. Tapi jelas badan saya jadi gombyor dan cepat banget ngos – ngosan setelah dua kali naik – turun tangga. Juga saya baru sadar kenapa kok sekarang kulit saya kusam banget dan kalau jerawatan nggak secepat dulu hilangnya. Ternyata jawabannya adalah ku harus mulai pilah – pilih makanan lagi demi kehidupan yang lebih sehat dan (insyaAllah) lebih lama.

Semoga teman – teman selalu dalam keadaan sehat dan baik, ya!

Bisous,

A

10 thoughts on “Life in Weeks #4”

  1. Semangat mbak ayu untuk menjaga pola makannya. Sangat penting untuk kesehatan tubuh.
    Aku juga sangat kesulitan menjaga pola makan. Masih sering asal makan. Bahkan untuk konsumsi nasi juga berlebihan. Makan buah juga belum rutin. Selain itu mesti diimbangi dengan olahraga rutin mbak πŸ˜€

    Like

    1. Halo Mas Rivai,

      Nasi tuh frenemy banget ya mas. Saya paling lemah sama nasi goreng kampung pake telor ceplok. Udah deh, kelarr apa itu jaga makan hahaha.

      Semangat untuk kita ya, Mas! πŸ˜€

      Like

  2. Mba Ayu ternyata MUA juga toh? Wiih keren sekali!

    Untuk mama Mba Ayu, semoga semua proses pengobatan serta operasi berjalan lancar ya (: aku jadi teringat mamaku sendiri juga pernah mengalami miom saat hamil adikku yang paling kecil. Sejak saat itu, mamaku jadi super bawel tentang asupan makananku. Memang nasihat ibu itu tidak boleh diabaikan sama sekali hiks

    Semoga Mba Ayu dan keluarga tetap sehat dan semangat dalam menjalani hari-hari ya!

    Like

  3. Mba Ayu, semoga ibu mba lancar operasinya dan bisa recovery dalam waktu cepat. Dan semoga nanti bisa beraktivitas seperti sedia kala πŸ’•

    Eniho, persoalan atur pola makan ini juga jadi permasalahan sendiri untuk saya, mba πŸ˜‚ susah banget rasanya diawal untuk berubah ataupun mengurangi makanan-makanan enak yang ternyata kalau dimakan keseringan bisa kasih penyakit ke badan πŸ˜… thankfully setelah setahun lebih berusaha fokus untuk atur pola makan, sekarang kondisi tubuh jadi jauh lebih fit dari sebelumnya yang berasa gampang lemah letih lesu hahaha. Saya doakan semoga program atur pola makan mba Ayu berjalan lancar dan semoga kita semua bisa sehat terus hingga akhir usia πŸ˜πŸ’• semangat, mba ~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s