Mimiti Coffee & Space Dago, Bandung

Sehari sebelum pulang ke Jakarta, saya sempat berjalan – jalan dulu di Bandung. Niat awalnya sih sekedar nganterin sepupu – sepupu yang mau beli oleh – oleh di Kartika Sari sekalian saya belanja bulanan (yes, you hear me right. Saya lebih senang belanja bulanan di Supermarket Bandung karena lebih murah hahaha). Eh terus salah satu sepupu bilang pengen ke Mimiti Coffee di daerah Dago.

Berbekal Google Maps, akhirnya pergilah kami ke sana. Ternyata tempatnya nggak jauh dari McDonald Dago. Kalau dari arah Kartika Sari tinggal belok kiri, persisnya di depan Kalya Hotel.

Seperti tempat umum lainnya, sebelum masuk oleh security kami di cek suhu terlebih dahulu. Karena kami semua taat pada peraturan jelas kami sudah memakai masker, dong.

Mimiti Coffee ini menyatu dengan dua tempat lainnya, yaitu Kiri Social Bar dan Past Tense, semacam toko hobi yang menjual kamera. Mimiti & Past Tense dibuka saat siang sementara Kiri Social Bar dibuka mulai malam hari.

Masuk dari pintu samping karena coffee shop-nya terletak di bagian belakang, begitu sampai yang terlihat adalah halaman outdoor luas didominasi marmer warna abu dan bangunan dari besi hitam dengan beberapa meja ukuran kecil untuk empat orang dan meja beton berkursi kayu besar berkapasitas 8 – 10 orang. Di sekitarnya banyak pepohonan yang bikin suasana jadi sejuk meskipun hari itu cuaca lumayan panas. Waktu saya berkunjung hanya satu meja berisikan 4 orang pelanggan yang datang. Cukup sepi dibandingkan cofee shop lain yang kami lewati hari itu dan sebelumnya.

Untuk pemesanan makanan dan minuman berada di dalam gedung bangunan sebelah kiri dari pintu masuk. Di sisi kiri tembok gedung terdapat anak tangga hitam yang bisa dijadikan spot foto seperti foto profil saya 😀

Karena saya orangnya paranoid sekali dengan covid – 19, jadilah saya minta sepupu – sepupu saya untuk order takeaway saja. Mereka yang masih pada abege pun negosiasi untuk foto – foto dulu sepuluh menit disana. Okelah, lumayan juga saya bisa ikutan foto – foto *labil*.

Para sepupu yang tidak doyan kopi pun memesan hot chocolate sementara saya memesan ice coffee latte. Kopinya lumayan enak dan mungkin kopi khas Bandung memiliki ciri yang hampir sama; creamy tapi rasa kopinya lebih strong dibanding susu dan gulanya. Sayangnya saya nggak sempat memesan makanan karena harus menunggu lebih dari 10 menit dan dessert yang disajikan hari itu hanya Tiramisu.

Buat saya pribadi, Mimiti ini asyik banget untuk nongkrong sore – sore bareng teman. Selain di tiap sisi bisa jadi spot foto yang instagrammable, suasananya nyaman dan sejuk, ditambah stafnya juga rama. Semoga setelah pandemi berlalu bisa kesini lagi rame – rame.

2 thoughts on “Mimiti Coffee & Space Dago, Bandung”

  1. Di Jakarta pun, aku LBH seneng belanja di supermarket yg udh jadi langganan Krn jauuh LBH murah drpd swalayan2 besar yg udah punya nama mba :). Sebagai cewe kita pasti suka yeee kaaan, teliti harga dari 1 toko dengan toko lainnya hahahaha. Kalo bedanya udh jauuh, pastilah bakal setia Ama 1 tempat 🙂

    Kalo ke Bandung mau coba ah ke sana. Aku sendiri bukan pecinta kopi, tp suka aja kalo nongkrong2 di kafe :D. Apalagi kalo tempatnya bagus. Cuma ya selama pandemi, udh jarang. Pernah beberapa kali, tp selalu liat tempatnya sepi ato ga. Kalo rame Bhaaaay :p.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s